Kemlu Pantau Ketat Keamanan WNI di Timur Tengah
Jakarta ; Pemerintah imbau warga tunda perjalanan dan siagakan hotline darurat di tengah meningkatnya tensi kawasan.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) meningkatkan koordinasi perlindungan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) di kawasan Timur Tengah seiring dengan dinamika situasi keamanan yang terus berkembang.
Melalui Direktorat Pelindungan WNI (PWNI) dan jajaran Perwakilan RI di wilayah terdampak, pemerintah memastikan komunikasi intensif tetap terjaga guna menjamin keselamatan warga di lapangan.
Dalam pernyataan resminya, Kemlu RI menginstruksikan seluruh Perwakilan RI di kawasan tersebut untuk melakukan asesmen menyeluruh terhadap kondisi riil di tiap wilayah kerja. Langkah ini diambil sebagai bentuk mitigasi risiko terhadap potensi eskalasi yang dapat memengaruhi mobilitas dan keamanan warga.
“Perwakilan RI telah mengimbau seluruh WNI di wilayah terdampak untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan mengikuti arahan otoritas setempat,” tulis pernyataan Kemlu RI dalam rilis resmi yang diterima pada Selasa 3 Maret 2026.
Imbauan Penundaan Perjalanan
Merespons situasi yang fluktuatif, pemerintah juga mengeluarkan peringatan perjalanan (travel advisory) bagi warga negara Indonesia yang berencana menuju atau transit di kawasan Timur Tengah.
Masyarakat diminta untuk meninjau kembali urgensi keberangkatan dan disarankan menunda rencana perjalanan hingga kondisi keamanan dinyatakan lebih kondusif.
Bagi WNI yang saat ini berada di wilayah tersebut, Kemlu menekankan pentingnya menjalin komunikasi berkala dengan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) atau Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) terdekat.
Hal ini menjadi krusial, terutama bagi warga yang menghadapi kendala perjalanan akibat gangguan operasional transportasi di kawasan.
Akses Layanan Darurat
Sebagai langkah tanggap darurat, Kementerian Luar Negeri telah menyiagakan pusat bantuan yang dapat diakses selama 24 jam.
WNI yang membutuhkan bantuan segera dapat menghubungi Hotline Direktorat Pelindungan WNI di nomor +62 812-9007-0027.
Selain itu, sejumlah nomor darurat di berbagai titik krusial juga telah diaktifkan, di antaranya:
• KBRI Tehran: +98 9914668845
• KBRI Beirut: +961 70817310
• KBRI Baghdad: +964 7769842020
• KBRI Amman: +962 779150407
• KBRI Damaskus: +963 954444810
• KBRI Riyadh: +966 569173990 / KJRI Jeddah: +966 503609667
Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau situasi keamanan secara berkelanjutan dan akan mengambil langkah-langkah perlindungan lebih lanjut sesuai dengan perkembangan dinamika di lapangan.(*)

