Komisi XII DPR RI Minta Ketersediaan BBM, LPG dan Listrik Terjamin Jelang Imlek dan Ramadan
Belitung: Komisi XII DPR RI menegaskan pentingnya menjaga ketersediaan energi, termasuk BBM, elpiji, dan listrik, selama perayaan Imlek, bulan suci Ramadan, dan Hari Raya Idul Fitri. Pernyataan ini disampaikan dalam rapat kerja bersama PT PLN, BPH Migas, PT Pertamina, dan PT Pertamina Patra Niaga saat kunjungan kerja spesifik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Rapat tersebut digelar untuk memastikan pasokan BBM, gas, dan listrik menjelang tiga hari besar keagamaan yang akan berlangsung dalam waktu dekat.
Komisi XII menekankan kepada BPH Migas, PT PLN, PT Pertamina, dan PT Pertamina Patra Niaga agar pasokan energi tetap aman dan tidak menimbulkan gejolak di tengah masyarakat.
Hal ini penting mengingat sebelumnya sempat terjadi kelangkaan energi di Bangka Belitung, termasuk temuan penjualan gas subsidi di atas harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya menegaskan agar tidak terjadi pemadaman listrik selama pelaksanaan hari besar keagamaan.
Ia juga menekankan pentingnya memastikan infrastruktur kelistrikan, seperti kabel Sumatera–Bangka dan sejumlah pembangkit listrik di Bangka dan Belitung, beroperasi optimal untuk menyuplai energi kepada masyarakat.
Terkait kelangkaan BBM dan LPG yang sempat terjadi beberapa waktu lalu, Bambang meminta PT Pertamina melakukan evaluasi terhadap pejabat yang dinilai kurang maksimal dalam memberikan pelayanan.
“Bagi GM-GM yang tidak berprestasi, sebaiknya di-rolling saja, karena tidak ada effort. Kelangkaan BBM terjadi pada bulan Desember di Bangka Belitung, bersamaan dengan Bengkulu, Sumsel, Jambi, dan Lampung,” ucapnya
“Hampir semua daerah mengalami masalah serupa. Saat ini, hampir semua mengalami problem pada LPG 3 kilogram, termasuk Bangka Belitung. Data yang ditampilkan tidak cukup, yang terpenting adalah apakah masyarakat menerima barangnya atau tidak. Jika tidak, berarti antisipasinya tidak maksimal,” terusnya
Komisi XII DPR RI menegaskan akan terus memantau ketersediaan energi dan mendorong seluruh mitra kerja mengambil langkah antisipatif guna memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi selama periode hari besar keagamaan.(*)

