Federasi Kanada Sepakati Kontrak Sponsor Usai Konflik Internal
Kanada: Konflik berujung aksi mogok pemain Timnas Kanada serta gugatan hukum senilai 40 juta dolar AS (Rp673 miliar) yang diajukan Asosiasi Pemain Sepak Bola Kanada.
Federasi Sepak Bola Kanada, Canada Soccer Association (CSA), resmi memperpanjang kontrak sponsorship dan hak siar yang sempat menuai kontroversi dengan mitra komersial swasta mereka, Canadian Soccer Media and Entertainment (CSME).
Dikutip dari The Guardian, Sabtu (14/2/2026), kesepakatan baru berdurasi 11 tahun ini akan berlaku hingga 2037, dengan opsi perpanjangan lima tahun tambahan bagi kedua belah pihak.
Perpanjangan kontrak ini terjadi menjelang Kanada menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026 bersama Amerika Serikat dan Meksiko, 11 Juni-19 Juli 2026.
Sebelumnya, kerja sama dengan CSME yang dulu dikenal sebagai Canadian Soccer Business (CSB) memicu polemik internal yang cukup serius.
Konflik tersebut bahkan berujung pada aksi mogok pemain tim nasional putra serta gugatan hukum senilai 40 juta dolar AS (Rp673 miliar) yang diajukan Asosiasi Pemain Sepak Bola Kanada terhadap anggota dewan CSA dua tahun lalu.
Kesepakatan lama yang berdurasi 10 tahun mendapat sorotan tajam dalam penyelidikan parlemen Kanada pada 2023.
Saat itu terungkap bahwa federasi hanya menerima sekitar 3 juta dolar AS (Rp50,5 miliar) per tahun dari perjanjian komersial dan hak siar tersebut.
Nilai itu dinilai sangat rendah dan berdampak besar terhadap pendanaan tim nasional, baik putra maupun putri.
Pada 2022, Timnas Kanada (putra) bahkan memboikot laga uji coba melawan Panama. Mereka menuntut pembagian hadiah Piala Dunia yang lebih adil, fasilitas perjalanan yang lebih baik, serta kesetaraan bayaran pertandingan dengan Timnas Putri Kanada.
Ironisnya, dalam beberapa tahun terakhir, justru tim putri yang lebih berprestasi di panggung internasional.
Timnas Putri Kanada juga mengalami kesulitan pendanaan di bawah perjanjian sebelumnya. Publik sempat bereaksi keras ketika hanya 20 pemain yang dipanggil untuk pemusatan latihan jelang ajang SheBelieves Cup 2023. kurang dari dua tahun setelah mereka meraih medali emas Olimpiade Tokyo.
Les Rouges (julukan Timnas Kanada) putri bahkan sempat mengancam mogok, meski akhirnya aksi tersebut dibatalkan.
Dalam perjanjian lama, CSA hanya dijadwalkan menerima sekitar 3,4 juta dolar AS (Rp57,2 miliar) pada tahun terselenggaranya Piala Dunia.
Namun, dalam kontrak baru ini, jumlah tersebut disebut meningkat signifikan. Selain itu, diperkenalkan pula model pembagian pendapatan yang baru dan lebih menguntungkan bagi federasi.
Kesepakatan siaran terbaru juga mencakup komitmen untuk menayangkan secara langsung seluruh pertandingan internasional yang digelar di Kanada, maupun di zona waktu yang ramah bagi penonton Kanada.
Terdapat pula jaminan kesetaraan eksposur antara tim nasional putra dan putri. Kedua pihak sepakat untuk meninjau ulang ketentuan kontrak tiap tiga tahun guna memastikan nilainya tetap sesuai dengan harga pasar yang wajar.
CSME kini dipimpin oleh James Johnson, mantan CEO Football Australia, yang bernegosiasi langsung dengan CEO Canada Soccer, Kevin Blue.
“Kami senang dapat mengubah kemitraan ini ke dalam struktur baru yang jauh lebih menguntungkan bagi Canada Soccer, menciptakan jalur yang jelas menuju sukses komersial dan finansial. Terutama pada tahun-tahun mendatang ketika peluang di olahraga ini terus meningkat,” ujar Blue.
“Kami antusias menyongsong era baru keselarasan dengan CSME dan tetap fokus untuk mengembangkan seluruh aspek olahraga kami pada momen yang sangat krusial ini,” ia menambahkan.(*)
