Banjir Sebulan Tak Surut, MPI Salurkan 500 Paket Bantuan ke Warga Mulyorejo
Pekalongan: Sudah hampir satu bulan banjir tak kunjung surut di Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan. Meski genangan air masih bertahan, ratusan warga tetap memilih bertahan di rumah masing-masing.
Kondisi tersebut mendorong Matahari Pagi Indonesia (MPI) Jawa Tengah turun langsung menyalurkan bantuan kemanusiaan pada Rabu (11/2/2026). Dengan menggunakan dua perahu, para relawan menyusuri permukiman yang tergenang hingga setinggi kurang dari satu meter untuk mendistribusikan bantuan dari rumah ke rumah.
Ketua MPI Jawa Tengah, Ahmad Fanani, menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan mencakup kebutuhan pokok, perlengkapan sekolah, hingga peralatan ibadah.
“Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak. Ada sekitar 500 paket bahan pokok, seragam sekolah, sarung, dan sejumlah kebutuhan lainnya yang kami salurkan melalui posko maupun langsung ke warga,” ujar Fanani dalam keterangan yang dikutip, Kamis (11/2/2026).
Fanani, yang juga Staf Khusus Bidang Hubungan Kemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, menilai kondisi warga cukup memprihatinkan karena harus bertahan lama dalam genangan banjir.
“Kami berharap air segera surut. Sambil menunggu itu, mudah-mudahan semakin banyak pihak yang turut membantu dan berkolaborasi meringankan beban saudara-saudara kita,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya percepatan penanganan banjir, termasuk realisasi solusi jangka panjang dari pemerintah pusat.
“Kami berupaya mendorong agar penanganan banjir ini dapat dipercepat. Pemerintah pusat sebenarnya telah memiliki komitmen, terutama terkait strategi jangka panjang. Mudah-mudahan segera dieksekusi,” tambahnya.
Selain menyasar permukiman warga, MPI Jawa Tengah turut menyalurkan bantuan ke pesantren dan TPQ di kompleks Masjid Ar Rohman, Desa Bener, yang menjadi salah satu titik pengungsian warga dan berada di seberang Sungai Pencongan.
Apresiasi disampaikan oleh Ridho, relawan sekaligus warga setempat. Ia mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan kepedulian relawan MPI.
“Kami berterima kasih kepada para relawan MPI yang datang langsung memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir di Desa Mulyorejo,” katanya.
Menurutnya, kebutuhan paling mendesak saat ini adalah surutnya air, mengingat hampir satu bulan aktivitas sosial dan ekonomi warga lumpuh.
“Yang paling penting sebenarnya air segera surut. Warga sulit beraktivitas, para pengusaha kecil, buruh, hingga nelayan budidaya terdampak. Ekonomi berhenti, belum lagi anak-anak sekolah,” jelasnya.
Ia menambahkan, akses jalan yang masih tergenang turut menyulitkan warga. Sebagian terpaksa berjalan kaki menerobos air demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Hampir satu bulan warga tidak bisa bekerja normal. Akses jalan pun sulit, sehingga banyak pekerjaan warga ikut terhambat,” tambahnya.
Warga berharap bantuan dari berbagai pihak terus mengalir sembari menunggu langkah konkret percepatan penanganan banjir agar kehidupan sosial dan ekonomi di Desa Mulyorejo dapat segera pulih.(*)



