Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Pohon Beringin Bersejarah di Kotagede Jogja Kembali Tumbang

Yogyakarta: Warga dan para pedagang di area komplek makam raja-raja Mataram Kotagede, wilayah Jagalan Banguntapan Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kembali dikejutkan dengan patah dan tumbangnya batang pohon beringin tua di halaman depan komplek makam tanpa ada tanda-tanda sebelumnya.

Pohon Beringin Bersejarah di Kotagede Jogja Kembali Tumbang

Kejadian ini merupakan yang kedua kalinya dan terjadi secara tiba-tiba dari sumber pohon yang sama dengan kejadian pada akhir Januari lalu, dengan arah tumbang yang berbeda. Hanya saja kejadian kali ini cukup mengagetkan, lantaran tidak ada hujan maupun angin kencang.

Tim SAR gabungan, baik dari BPBD Bantul dan Kota Yogyakarta, personel TNI-Polri, dan relawan, mengevakuasi reruntuhan batang pohon berikut mengamankan area lokasi terdampak.

BPBD Bantul mencatat dampak dari peristiwa ini, di antaranya hancurnya lapak panggung sebagai tempat istirahat dan pertemuan para pedagang, serta kerusakan satu sepeda motor dan mobil pengunjung.

Dari analisa sementara, patah tumbangnya batang pohon beringin tersebut, disebabkan terjadi pelapukan pada batang, akibat faktor umur pohon yang sudah tua. Berdasarkan informasi, pohon beringin di Komplek Makam Raja-Raja Mataram Kelurahan Jagalan Banguntapan saat ini sudah berumur 500 tahun.

“20 hari sebelum pohon ini tumbang sudah terjadi peristiwa serupa dan ini merupakan sisa dari pohon tumbang sebelumnya, pohon inn kan sudah condong ke arah toko dan akibat dari adanya terpaan angin serta dikarenakan sudah lapuknya batang, kemudian pohon tumbang,” ungkap Dantim TRC BPBD Bantul, Mahardika Casco Sujatmiko, Rabu, 11 Februari 2026.                
Batang pohon beringin yang patah dan tumbang kali ini, merupakan sisa batang dari kejadian serupa sebelumnya, yang terjadi pada akhir Januari lalu, dampak fenomena hidrometeorologi. 

Dari kajian asessment yang dilakukan oleh tim TRC BPBD Bantul, kondisi pohon beringin saat ini teridentifikasi ada potensi yang bisa membahayakan. Oleh sebab itu perlu upaya penanganan lebih lanjut, dengan melibatkan pihak Keraton Yogyakarta. 

Upaya evakuasi dan pembersihan reruntuhan bangunan dan batang pohon dikebut, mengingat lokasi tersebut merupakan salah satu destinasi wisata sejarah dan religi, yang banyak didatangi pengunjung.(*)

Hide Ads Show Ads