Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Subang Geger, Delapan Warga Tewas Usai Pesta Miras Oplosan, Tiga Masih Dirawat Intensif

Subang: Kasus minuman keras oplosan kembali menelan korban jiwa di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Sebanyak delapan orang meninggal dunia setelah mengonsumsi miras oplosan dalam sebuah pesta yang digelar pada Minggu (9/2/2026). Para korban wafat secara bertahap sejak Senin hingga Rabu malam.

Delapan Warga Subang Tewas Usai Pesta Miras Oplosan, Tiga Masih Dirawat Intensif
Delapan Warga Subang Tewas Usai Pesta Miras Oplosan, Tiga Masih Dirawat Intensif

Suasana duka menyelimuti Tempat Pemakaman Umum Dunguswiru, Kelurahan Cigadung, Kecamatan Subang, Kamis (12/2/2026). Salah satu korban dimakamkan dengan iringan tangis keluarga dan kerabat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, para korban merupakan warga Kecamatan Subang dari beberapa kelompok berbeda. Gejala keracunan mulai dirasakan sehari setelah pesta berlangsung. Kondisi korban terus memburuk hingga satu per satu dinyatakan meninggal dunia.

Sebanyak enam korban mengembuskan napas terakhir di RSUD Subang, sementara dua lainnya meninggal di Rumah Sakit PTPN Subang. Hingga kini, tiga korban lainnya masih menjalani perawatan intensif di RSUD Subang.

Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut. Ia mengakui peredaran miras ilegal masih menjadi persoalan serius di wilayahnya.

“Kami sangat prihatin dan berduka atas kejadian ini. Pemerintah daerah sudah berulang kali melakukan penertiban terhadap penjual miras ilegal. Namun, setelah petugas tidak berada di lokasi, para penjual kembali beroperasi,” ujar Reynaldy.

Miras yang dikonsumsi korban diduga merupakan minuman beralkohol jenis botol kembung atau dikenal sebagai ‘gembling’, yang kemudian dicampur dengan serbuk penambah energi.

Salah seorang warga, Cuneng, mengaku terkejut dengan kejadian tersebut. “Kami tidak menyangka bisa sampai menewaskan banyak orang. Kejadiannya cepat, dari mulai sakit sampai meninggal,” katanya.

Pascakejadian, sejumlah lokasi yang diduga menjual miras oplosan terpantau tutup. Aparat setempat kini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menelusuri asal-usul dan peredaran minuman tersebut.(*)

WEB UTAMA
Hide Ads Show Ads