Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Sepekan Ramadan, Kebakaran 'Kepung' Kota Tangerang

Tangerang : Kebakaran 'mengepung' Kota Tangerang pada sepekan Ramadan 1447 Hijriyah. Pertama kebakaran lapak limbah di Kecamatan Jatiuwung dan Benda lalu terakhir warung sembako di Kecamatan Cipondoh.

Petugas berjibaku memadamkan apii yang membakar lapak limbah di Jalan Raya Prancis, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Rabu 25 Februari 2026

"Pertama Kebakaran melanda lapak limbah di Jatiuwung. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut," ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia S Rahman, Rabu 25 Feruari 2026 malam.

Kemudian, sambung Andia, sembilan lapak limbah juga di Jalan Perancis, Kecanatan Benda, kembali terbakar. Pemicunya diduga akibat pembakaran sampah disalah satu lapak.

"Kami menerima laporan pukul 19.00 WIB, kebakaran di lapak barang bekas. Menurut informasi awal, sembilan lapak yang terbakar," ucapnya.

Andia menuturkan api yang membesar dan sulit dikendalikan diduga berasal dari tumpukan sampah hasil aktivitas lapak. Api itu akhirnya merambat dan membakar seluruh lapak.

"Ini ternyata tidak bisa dikendalikan, akhirnya berdampak ke ke seluruhan hingga terjadi kebakaran. Luas estimasi hampir 800 meter persegi," kata Andia.

Pihaknya mengerahkan sekitar 40 personel serta enam unit armada pemadam kebakaran untuk menangani kebakaran ini. Proses pemadaman memakan waktu karena material di lapak berupa barang bekas dan limbah yang mudah terbakar.

"Selanjutnya kebakaran melanda warung sembako di Jalan KH Hasyim Ashari Perumahan PDK, Cipondoh. Diduga akibat arus pendek listrik, walau tidak ada korban jiwa, namun kerugian mencapai Rp100 juta," ujarnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Mahdiar mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama Ramadan. Aktivitas memasak yang meningkat saat sahur dan berbuka puasa dinilai berpotensi menimbulkan risiko kebakaran jika tidak diiringi dengan kehati-hatian.

Dia menuturkan BPBD mengingatkan agar masyarakat selalu memastikan kompor dalam kondisi mati setelah selesai digunakan, baik saat memasak sahur maupun berbuka puasa. Selain itu, aktivitas memasak harus selalu diawasi dan tidak ditinggalkan dalam kondisi api masih menyala.

“Peningkatan aktivitas di dapur saat Ramadan perlu diimbangi dengan kesadaran akan keselamatan. Kelalaian kecil bisa berakibat fatal dan memicu kebakaran,” kata dia.

BPBD turut mengingatkan pentingnya memeriksa instalasi listrik secara berkala. Kabel yang terkelupas, stop kontak bertumpuk, serta peralatan listrik yang dibiarkan terhubung saat tidak digunakan dapat meningkatkan risiko korsleting.(*)

WEB UTAMA
Hide Ads Show Ads